Gunakan Bahasa anak

“Gunakanlah bahasa anak-anak. Saat berbicara dengan anak-anak”
Bahasa anak adalah bahasa manusia juga, tetapi sesungguhnya bahasa anak sangat berbeda dengan bahasa orang-orang dewasa. Seorang anak belum memiliki kesadaran sepenuhnya akan apa yang dia lihat dan bagaimana dia harus berbuat, belum pula memiliki kontrol sebab akibat,konsentrasi, nilai etika dan estetika, logika serta realita manfaat dan mudharat. Maka sebab itu mereka sering disebut belum dewasa, lha kita…? He-he-he mungkin tidak jauh berbeda kalau seperti mereka.
Dalam bahasan in saya coba ingin membatasi “usia anak” mulai 1-5 tahun. Suatu misal seorang anak yang sedang bermain tanah, dihambur-hamburkannya tanah itu keatas, dia terlihat sangat gembira, tetapi beberapa saat kemudia dia menangis, karena ternyata debu dan tanah banyak yang menyelip ke matanya. Contoh lain ketika anak-anak sedang bermain bersama, kemudian mereka saling berkejaran. Saat sedang berlari mereka tengok kana-kiri dan kebelakag, tidak berselang lama “gedubrang!!” si anak kejedot pintu atau tembok.
Pertanyaannya, kenapa si anak tadi harus bermain tanah dengan dihambur-hamburkan segala atau kenapa si-anak tadi saat berlari tidak konsentrasi yang akhirnya bias benjo atau benjut? Jawabannya “MUNGKIN” kenapa itu harus terjadi…? Pernahkan kita mengajari anak kita bermain tanah dengan “aman” ? atau mengajari mereka bagaimana harus berlari-lari…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: